5.31.2009

Manohara Berjanji Bantu "Manohara-Manohara" Lain

.
0 komentar

Jakarta (ANTARA News) - Manohara Odelia Pinot, warga negara Indonesia (WNI) yang jadi menantu di Kesultanan Kelantan dan berhasil kembali ke Indonesia berjanji akan membantu "Manohara-manohara" lain yang "tersekap" di luar negeri.

"Mano mau bantu "Mano-mano" (wanita Indonesia yang tersekap di luar negeri-Red) lain," katanya di hadapan wartawan di Jakarta, Minggu.

Ia mengakui bahwa keberhasilannya kembali di Indonesia saat ini berkat bantuan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).


"Ajudan-ajudan mereka (kesultanan Kelantan) mau mencoba menarik tapi takut tertangkap kamera lift dan meninggalkan bukti, jadi mereka melepaskan saya," ujar Manohara saat ditanya bagaimana dapat lari dari pengawasan Kesultanan Klantan.

Pada saat itu, menurut dia, beberapa dokter dari pihak Kesultanan masih sempat berusaha menyuntikan obat penenang.

Saat ditanya apa yang akan dilakukan setelah berhasil lolos dari pengawasan Kesultanan, ia hanya mengatakan "Akan didiskusikan dulu dengan pengacara langkah apa yang akan diambil."

Manohara yang masih ingin menekuni bidang modeling berharap agar suaminya tidak lagi melakukan hal sama terhadap siapapun.(*)

Read More »»

5.29.2009

Tiga TKI Tewas Akibat Gedung Runtuh di Malaysia

.
0 komentar

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Tiga TKI dilaporkan tewas dalam insiden runtuhnya gedung bekas Supermarket Jaya di Petaling Jaya, Selangor, Malaysia, yang terjadi Kamis sore lalu (28/5) sekira pukul 17.00 waktu setempat.

Selain tiga TKI tewas, satu mayat lain belum diketahui identitasnya karena ditemukan hanya potongan-potongan tubuhnya, dua TKI selamat, dan tiga korban lainnya masih dicari.

Berdasarkan laporan di lapangan, tiga TKI yang meninggal adalah Asuki asal Sampang Madura, Muhamad Maskur asal Pacitan, dan Anwarrudin asal Solo, sementara yang selamat ialah Surono (31) dan Saleh (28).

Tim penyelamat yang terdiri dari Bomba (tim pemadam kebakaran dan penyelamat), Rela dan Hansip masih terus mencari korban lain yang belum ditemukan yakni Rauf, Fauzan, Mat Daip dan Hadi.

Gedung bekas supermarket Jaya yang sudah kosong sejak dua hingga tiga tahun lalu itu runtuh ketika para pekerja sedang menyiapkan untuk meruntuhkan gedung berlantai empat tersebut.

Evakuasi Kamis malam menemukan tiga korban yakni seorang korban tewas yang belum diketahui identitasnya, serta dua orang yang selamat yaitu Surono dan Saleh. Bahkan Saleh sudah boleh pulang ke rumah setelah dijemput istrinya.

Sementara evakuasi hari ini ditemukan dua mayat lagi yakni Asuki asal Sampang, Madura yang sudah berstatus permanent residence (PR) atau penduduk dan Anwarrudin asal Solo. Ketika mayat Anwarruddin ditemukan terdapat tas pinggang berisi KTP, paspor, handphone dan sejumlah uang.

Menurut juru bicara (minister counsellor penerangan sosial budaya) KBRI Kuala Lumpur Widyarka Ryananta, keluarga dari Asuki sudah minta jenasah segera dipulangkan ke Madura.

"Perusahaan kontraktor ini juga berjanji akan membiayai semua biaya perawatan termasuk pemulangan jenasah ke Indonesia," kata Widyarka.

Berdasarkan laporan dari kontraktor ada sembilan orang korban runtuhan gedung itu yakni Asuki, Muhamad Maskur, Anwaruddin, Surono, Saleh, Rauf, Hadi Fauzan, dan Mat Daip.

Satu jenazah belum dapat diidentifikasi sehingga masih empat nama yang dicari yakni Rauf, Fauzan, Mat Daip dan Hadi. Salah satu nama di antara ke empat orang itu kemungkinan adalah mayat yang ditemukan sudah dalam bentuk potongan-potongan tubuh.

Hingga kini, tim pencarian dan evakuasi masih terus bekerja dibantu dengan anjing pelacak.
(*)

Read More »»

KPI Minta "Curhat Bareng Anjasmara" Dihentikan

.
0 komentar

Semarang (ANTARA News) - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Jawa Tengah minta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) menghentikan acara "Curhat Bareng Anjasmara" karena dinilai mengandung banyak implikasi negatif.

Anggota KPID Jateng Divisi Pengawasan Isi Siaran, Zainal Abidin Petir, di Semarang Jumat mengatakan, KPID Jateng telah bertemu dengan PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia selaku penyelenggara acara untuk menghentikan acara itu.

"Dalam pertemuan yang dilakukan pada Rabu (27/5) lalu, pihak TPI diwakili oleh Wijaya Kusuma Soebroto, selaku Corporate Secretary dan Syaefudin Kurdi sebagai Program Operation PT Citra TPI," katanya.


Ia mengatakan, dalam pertemuan tersebut ditemukan beberapa hal, di antaranya pihak TPI mengakui bahwa acara yang tayang setiap Sabtu dan Minggu tersebut sebagai program reality show yang diperuntukkan bagi remaja.

Klasifikasi bahwa acara tersebut diperuntukkan remaja dengan kode (R), mereka dapatkan berdasarkan Surat Lulus Sensor (SLS) dari Lembaga Sensor Film (LSF).

"Pihak TPI menayangkan program tersebut dengan maksud untuk menyajikan informasi kepada masyarakat bahwa keadaan seperti itu memang ada dan berusaha untuk mencarikan solusi," katanya.

Namun, dari kajian KPID menyimpulkan bahwa tayangan tersebut tidak layak untuk klasifikasi remaja karena materinya mengandung tema yang dominan tentang persoalan keluarga, seperti intrik, perselingkuhan, dan menunjukkan kekerasan secara eksplisit.

Ia mengatakan, sesuai pasal 64 Peraturan KPI Nomor 3/2007 tentang Standar Program Siaran (SPS) dinyatakan bahwa klasifikasi tayangan untuk remaja harus mengandung nilai pendidikan, budi pekerti, serta dapat memotivasi remaja mengembangkan potensi diri.

"Materi, gaya penceritaan, dan tampilan dalam tayangan juga tidak boleh mengandung muatan yang mendorong remaja belajar berperilaku tidak pantas, seperti memaki orang lain dengan kata-kata kasar, antisosial, dan sebagainya," katanya.

Selain itu, katanya, tayangan yang menyangkut kehidupan pribadi dan hal-hal negatif dalam keluarga harus mengikuti ketentuan, yaitu tidak dilakukan dengan cara yang justru dapat memperburuk keadaan dan memperuncing konflik.

"Tayangan tersebut juga harus memperhatikan dampak negatif yang ditimbulkan terhadap keluarga, terutama anak-anak dan remaja, serta tidak boleh mendorong berbagai pihak yang terlibat konflik untuk mengungkapkan secara terperinci aib dan kerahasiaan masing-masing pihak," katanya.

Sementara bagi pembawa acara, tidak boleh menjadikan tayangan tentang konflik keluarga sebagai bahan tertawaan atau cercaan, apalagi menggiring opini khalayak publik untuk menjatuhkan martabat objek yang diberitakan, kata dia.

"Berdasarkan alasan tersebut, kami memutuskan untuk menghentikan sementara program acara `Curhat Bareng Anjasmara` di TPI karena telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS)," tegasnya.
(*)

Read More »»

Empat Menteri Tinjau Kesiapan Operasional Suramadu

.
0 komentar

Surabaya (ANTARA News) - Empat Menteri Kabinet Indonesia Bersatu meninjau kesiapan operasional jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) yang rencananya diresmikan pada tanggal 10 Juni mendatang, mereka sepakat lima hari sebelum (H-5) peresmian pembangunan tol itu sudah selesai.

"Kami optimistis, H-5 pra-peresmian pembangunan sudah beres 100 persen," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, yang datang bersama Menko Perekonomian-Keuangan Sri Mulyani, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan (Kepala Bappenas) Paskah Suzetta, dan Menteri Komunikasi dan Informasi Mohammad Nuh, saat meninjau kesiapan operasional Suramadu, di Surabaya, Jumat.

Dalam peninjauan itu, ia mengakui, saat ini pembangunan jembatan Suramadu yang beroperasi sistem tol belum sepenuhnya selesai, karena masih ada beberapa pagar yang harus dipasang dan pengaspalan jalan di ruas jalan untuk motor yang belum selesai.

"Untuk pengaspalan di ruas jalan untuk motor memang belum selesai, karena di bawahnya masih harus dipasang kabel listrik," katanya menjelaskan.

Di sisi lain, jelas dia, untuk operator yang menangani tol Suramadu memang belum diputuskan. Kini, sudah ada operator sementara yang menawarkan diri ingin mengelola selama 18 bulan, tapi belum bisa ditentukan siapa yang akan mengelolanya.

"Bisa jadi, operator sementara itu PT Jasa Marga atau pihak lain. Yang pasti, bukan investor asing, karena kami tidak mengizinkan mereka mengelola tol Suramadu," katanya menegaskan.

Setelah operator sementara terbentuk, lanjut dia, pihaknya akan menentukan siapa yang menjadi operator permanen.

"Namun, hingga kini pihaknya belum menentukan siapa yang akan menjadi operator permanen tol ini," katanya.

Senada dengan Djoko, Sri Mulyani, meyakini, pembangunan jembatan yang melintasi Selat Madura itu dapat terselesaikan tepat waktu.

"Saya yakin, segera selesai sebelum jadwal operasional 10 Juni mendatang," katanya sambil menapakan kakinya tanpa alas apapun ke aspal jembatan Suramadu.

Sebelumnya, diagendakan ada delapan menteri yang akan meninjau kesiapan operasional jembatan yang dibangun dengan dana Rp4,5 triliun.

Selain empat menteri di atas, rencananya Menteri Perhubungan, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga akan hadir. Namun, kesibukan mereka dengan beberapa agenda kenegaraan lain menjadi penyebab batalnya kehadiran keempatnya.(*)

Read More »»

5.28.2009

Pertamina Usulkan Konversi Premium Transportasi ke Gas

.
0 komentar

Jakarta (ANTARA News) - PT Pertamina (Persero) mengusulkan proposal konversi bahan bakar transportasi kendaraan umum dari premium dan solar ke gas cair (liquefied gas for vechicle (LGV).

Kepala Gas Domestik Pertamina Wahyudin Akbar di Jakarta, Kamis, mengatakan, pada tahap awal, pihaknya berencana melakukan program konversi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Kami sudah serahkan proposalnya ke pemerintah," ujarnya.


Menurut dia, berdasarkan perhitungan, penghematan yang didapat melalui pelaksanaan program konversi di wilayah Jakarta dan sekitarnya mencapai Rp500 miliar per tahun.

Ia mengatakan, kebutuhan dana buat membeli alat pengubah bahan bakar (converter kit) mencapai sekitar Rp1 triliun, sementara penghematan Rp1,5 triliun.

"Jadi, masih ada selisih penghematan Rp500 miliar per tahun," tambahnya.

Wahyudin mengatakan, pemerintah merespon cukup positif dilakukannya program konversi di Jakarta dan sekitarnya tersebut.

Saat ini, Pertamina sudah memasarkan produk LGV dengan merek ViGas, meski masih digunakan secara terbatas.(*)

Read More »»

Agustus, Tarif Tol Naik 15 Persen

.
0 komentar

Jakarta (ANTARA News) - Operator jalan tol, PT Jasa Marga Tbk, akan menaikkan tarif tol sekitar 15 persen mulai Agustus mendatang, demikian Direktur Utama Jasa Marga Frans Sunito di Jakarta, Kamis.

"Rencananya ada 11 ruas tol yang akan mengalami kenaikan dari 13 ruas yang dikelola," jelas Frans.

Kesebelas ruas tol yang tarifnya naik itu adalah tol Belmerah di Sumatera Utara, Jagorawi, Jakarta-Tangerang, Ulujami-Pondok Aren, Lingkar Dalam Jakarta, Lingkar Luar Jakarta, Cikampek-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, Palikanci, Semarang, dan Surabaya-Gempol.


Frans mengungkapkan, kepastian kenaikan tarif tol ini akan bergantung pada besaran inflasi dalam dua tahun terakhir, sementara rata-rata inflasi yang dicatat Jasa Marga adalah 7-8 persen per tahun yang dihitung selama dua tahun.

"Penetapannya akan dilakukan Departemen Pekerjaan Umum melalui Badan Pengelola Jalan Tol, tapi berdasarkan rencana kerja kita, diperkirakan naik sekitar 15 persen," paparnya.

Kenaikan tarif tol sebesar 15 persen ini diharapkan menaikkan pendapatan perusahaan yang tahun ini menargetkan pendapatan sebesar Rp 3,7 triliun, demikian Frans. (*)

Read More »»

TNI Tidak Mau Gegabah Hadapi OPM

.
0 komentar

Jakarta (ANTARA News - Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan, pihaknya tidak akan gegabah menghadapi kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), termasuk yang masih menduduki bandara perintis Kaisiepo sejak 19 Mei.

"Kami tidak mau gegabah, karena di sana kan juga ada warga sipil. Di sekitar bandara ada 300 orang. Jadi, jangan sampai kita gegabah hingga menimbulkan korban jiwa," kata Panglima TNI usai menghadiri seminar "Memahami Indonesia Yang Asing: Realitas Sosial Budaya di Perbatasan RI-Malaysia, di Jakarta, Kamis,

Jenderal Djoko Santoso mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk terus mengadakan pendekatan persuasif terhadap para anggota kelompok separatis OPM yang hingga kini masih menduduki bandara perintis Kaisiepo tersebut.

"Kami sudah sepakat untuk tetap mengedepankan cara-cara persuasif. Kita tidak mau gegabah, menjadi perhatian internasional dan dinyatakan sebagai pelanggar HAM. Kita tetap kedepankan komunikasi yang baik, meski itu menyangkut kedaulatan tetapi kita tetap persuasif dulu..gak mungkin lalu kita tembaki semua," katanya.

Tentang batas waktu yang ditetapkan untuk para OPM yang menduduki bandara, Djoko mengatakan, itu sangat tergantung pada kepolisian.

"Yang berada di depan, kini masih kepolisian. Jadi tentang batas waktu bagi OPM ya tergantung mereka. Tanyakan saja ke polisi," ujar Djoko.

Sementara itu, Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Polisi F.X. Bagus Ekodanto mengaku pihaknya sudah mengirimkan pasukan dari Freeport ke Membramo.

Pengiriman pasukan itu menyusul laporan dan permintaan dari masyarakat Membramo dan Bupati Membramo Raya atas pendudukan Bandara Perintis Kaisepo oleh kelompok bersenjata.

Bagus mengatakan, untuk menuju lokasi dibutuhkan waktu tempuh selama dua hari. Dan itu pun hanya bisa ditempuh dengan pesawat perintis dari Jayapura.

Menurut Bagus, kondisi di Membramo memang cukup genting. Sekelompok masyarakat sudah menguasai lapangan terbang dan melarang warga sekitar untuk ke luar wilayah.

Selain mengirim pasukan, Bagus mengatakan, Polda Papua sudah berkoordinasi dengan gereja dan tokoh masyarakat serta pemangku adat setempat. Polda memberi kesempatan kepada mereka untuk berunding dengan kelompok yang menduduki bandara.

"Jika negosiasi tidak berbuah hasil, Polda Papua akan mengambil tindakan untuk merebut kembali bandara dan menormalisasikan situasi Membramo Raya," demikian Bagus.

Selain menduduki bandara, kelompok bersenjata itu juga mengibarkan Bendera Bintang Kejora. (*)

Read More »»