Oleh Dewanti Lestari
(ANTARA News) - Tubuh kepala suku Indian musuh itu sangat besar. Ia duduk di atas kuda bagaikan dewa perang. Celana kulitnya yang panjang dan longgar dipenuhi kepangan rambut lawan-lawannya yang telah ia tembak mati.
Pelindung kaki dari kulit keras yang menutupi pelana hingga sanggurdi dihiasi corak bergaris-garis yang berasal dari kulit manusia. Di atas kepalanya terdapat tengkorak seekor puma.
Itulah sosok yang harus dihadapi Martin Baumann, yang berupaya membebaskan ayahnya dari tawanan dan ancaman hukuman mati suku Sioux Ogallallah di suatu kawasan berlumpur mengerikan di kawasan Yellowstone, Wyoming, AS.
Ia kemudian bertemu Winnetou, Old Shatterhand, dan tokoh lainnya yang bersama suku Shoshone, akhirnya bersatu berjuang mengalahkan suku Sioux tersebut dan membebaskan sang ayah, yang memiliki julukan si Pemburu Beruang.
Ringkasan kisah tersebut berasal dari buku berjudul "Anak Pemburu
Beruang" yang pada akhir Maret kembali diterbitkan bersama empat buku lainnya dari Seri Winnetou, Cerita untuk Remaja, yakni: "Hantu Llano Estacado", "Harta di Danau Perak", "Raja Minyak" dan "Mustang Hitam".
Di buku-buku itu, penulisnya, Karl May, yang lahir dan hidup di Jerman pada 1842-1912, bertutur tentang kehidupan liar padang rumput Amerika abad ke-18 (wild-west) dan berkisah tentang orang-orang pemberani yang saling menolong dalam pembebasan dan penumpasan kejahatan.
Mereka itu, Kepala Suku Indian Apache bernama Winnetou dan si kulit putih Old Shatterhand, dua sahabat yang cerdik, hebat dalam segala hal, bijak, berbudi luhur, dan termasyhur di seantero padang rumput.
Kecerdikan dan keluhuran kedua pahlawan itu di "Anak Pemburu Beruang", misalnya, dipaparkan ketika mereka berupaya membebaskan dua tawanan kulit putih dari suku Indian Shoshone.
Pahlawan itu membebaskan dua tawanan itu dengan menculik kepala suku dan anaknya, melalui sedikit dialog tak perlu ada pertumpahan darah di antara mereka.
Bahkan suku Shoshone justru ikut serta dalam pembebasan orang kulit putih lainnya (Baumann si Pemburu Beruang) dari tawanan suku Sioux di Gerbang Neraka.
Penambahan karakter-karakter lainnya seperti Jemmy Gendut, Davy
jangkung, Hobble Frank si pincang, seorang Indian muda Wohkadeh, hingga Bob si Negro dalam buku-buku itu juga menggambarkan jalinan persahabatan dan kerjasama antara orang-orang berbeda ras dan suku.
Permusuhan dan pertempuran di antara suku-suku Indian dan antara
Indian dan kulit putih dibeberkan secara berimbang dan apa adanya, seperti juga ketika dalam mengisahkan pertikaian antara kebaikan dan kejahatan, May tak memandang warna kulit.
Ia bahkan memberi benang merah dalam hubungan tersebut: "Dan jika kulit merah hidup damai satu sama lain, datanglah para master kulit putih mengusik mereka, awalnya dengan tusukan jarum lalu tikaman pisau hingga orang-orang Indian kembali menggali kapak peperangan yang sudah dikubur dan mengawali perang baru."
Gurun tandus
Sedangkan buku berikutnya, "Hantu Llano Estacado" bertutur tentang gurun tandus di perbatasan Texas dan New Mexico yang dijadikan lokasi kejahatan.
Sejumlah penjahat memindahkan tiang-tiang penunjuk arah di gurun tandus itu untuk menyesatkan para musafir dan menjadikan mereka sasaran empuk perampokan.
Sampai suatu waktu muncullah Hantu Llano, berbentuk makhluk bertopeng bison putih (yang dianggap sakral oleh Indian) berkuda dan bisa melesat ke angkasa. Di Llano Estacado itu pulalah ada legenda tentang suatu mata-air di tengah gurun, penyelamat banyak nyawa orang tersesat dan kehausan.
Winnetou-Old Shatterhand menguak rahasia bison putih itu, berikut sesuatu yang sebenarnya terjadi di oase di gurun Llano Estacado.
Sedangkan buku ketiga "Harta di Danau Perak" mengisahkan seorang Indian tua yang karena berterima kasih telah dirawat oleh dua orang kulit putih, telah bertindak ceroboh, menyerahkan peta harta kepada para penolongnya sesaat sebelum meninggal dunia.
Sementara itu Old Firehand, seorang petualang di Wild West, rekan Winnetou-Old Shatterhand, menemukan tambang perak yang kemudian menarik berbagai dengan berbagai macam kepentingan: mencari harta karun, menambang perak, dan yang mencoba merampok.
Harta karun, jebakan rahasia, akal bulus tipu-menipu, menjadikan cerita ini bagaikan kisah Indiana Jones.
Sementara itu buku "Raja Minyak" berkisah tentang ditemukannya minyak di Wild West dan membuat para imigran Eropa datang berduyun-duyun ke dunia baru, di Barat, guna mengadu nasib dan tak pelak mereka pun dihadang berbagai macam mara bahaya.
Pada saat yang sama, pertentangan antar suku Indian masih saja terjadi.
Hal-hal itulah yang harus dihadapi Winnetou-Old Shatterhand: mencegah kejahatan dalam perebutan minyak, menyelamatkan imigran, dan sekaligus menghindarkan pertumpahan darah. Plot berbelit seperti itu menjadi menarik karena dongeng itu ditulis pada abad-19.
Sedangkan di "Mustang Hitam", May bercerita tentang kehidupan para pembuat jalan kereta api yang melintasi benua Amerika, dan kemudian membentuk dunia baru. Para kuli tersebut adalah orang-orang Tionghoa yang harus didatangkan dari Tiongkok.
Di sana, Winnetou-Old Shatterhand terlibat dalam petualangan yang menyedihkan, karena senjata-senjata mereka yang berharga itu dicuri oleh para kuli tadi. Mustang Hitam rupanya memanfaatkan kejadian itu.
Kisah petualangan
May mulai menulis tentang seorang tokoh Indian pecinta damai bernama Winnetou pada 1875 dan belakangan ditemani rekan kulit putihnya Old Shatterhand pada 1879, setelah beberapa tahun menulis karya lainnya yang termasuk dalam genre kisah petualangan.
Namun, baru pada 1890 sebuah penerbit di Stuttgart (UDV) menerbitkan tujuh cerita yang diperuntukkan bagi anak remaja dalam bentuk buku yang di Indonesia dikenal dengan "Rahasia Bison Putih" yang aslinya berjudul "Anak Pemburu Beruang", "Raja Minyak", dan "Harta dari Danau Perak".
Menurut Ketua Paguyuban Karl May Indonesia (PKMI) Pandu Ganesa yang menerbitkan kelima buku itu bersama Pustaka Primatama, buku-buku yang sama pernah terbit di Indonesia pada tahun 1960-an dari naskah Belanda.
"Buku-buku yang terbit sekarang diterjemahkan langsung dari naskah aslinya yang berbahasa Jerman," katanya.
May meraih sukses besar pada 1892 dengan diterbitkannya buku-bukunya Siklus Timur atau dikenal dengan Kara Ben Nemsi disusul karya akbarnya Winnetou dalam tiga jilid.
Karl May yang hingga akhir hayatnya memiliki karya sedikitnya 80 judul buku dan terjual hingga lebih dari 125 juta eksemplar, belum termasuk edisi bahasa asing yang tak kurang diterjemahkan dalam 39 bahasa dunia itu, memang memiliki daya imajinasi sangat tinggi.
Ketika menyusun novel-novelnya yang berkisah tentang petualangan di benua baru, Amerika, itu, ia belum pernah ke negeri tersebut dan hanya berbekal berbagai referensi buku perjalanan, kamus, ensiklopedia, peta, buku geografi, etnografi, serta jurnal-jurnal mutakhir.
"Setelah menuai sukses, tentu ia berpikir perlunya berkunjung ke negeri Apache, lokasi di mana kisah-kisahnya ditulis, namun apa daya karena tanah "Wild West" impian itu masih dianggap tak aman sampai abad ke-19, ia akhirnya hanya ke pantai timur Amerika melongok air terjun Niagara," kata Pandu.
Untuk mengganti kekecewaannya, ia juga berpelesir ke negeri-negeri
timur yang sebelumnya hanya dikunjunginya dalam khayalannya, termasuk ke Hindia Belanda yang dia panggil Kepulauan Sunda. Perjalanan antara
1899-1900 itu termasuk ke Aceh dan Padang.
Karl May, meskipun sering dianggap narsis karena menjuluki dirinya sebagai Old Shatterhand, seperti ungkapannya yang terkenal: Old Shatterhand das bin Ich (Sayalah sebenarnya Old Shatterhand itu), pesan-pesannya tentang perdamaian dan kemanusiaan merasuki jiwa banyak orang di dunia.(*)
3.31.2009
Kembalinya Winnetou Untuk Remaja Indonesia
Tersisa Duka di Situ Gintung
Oleh Adityawarman
Tangerang (ANTARA News) - Peristiwa Situ Gintung di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten telah berlalu, namun saat ini derita duka masih tersisa dari para keluarga korban dan warga yang masih selamat.
Duka tersebut seperti trauma pada anak-anak, karena mereka melihat langsung kejadian tersebut saat rekannya menghembuskan nafas terakhir dan hingga kini masih sulit untuk dilupakan.
"Anak saya mengalami trauma atas peristiwa Situ Gintung karena dia melihat banyak warga yang menjadi korban meninggal dan terekam dalam pikiran anak," kata Ny. Suhini (43) di Ciputat, yang ditemui Senin malam .
Dia mengatakan, anaknya Anisa Salsabilla Putri (5) susah makan nasi dan tidak mau sekolah padahal sikap tersebut tidak dirasakan sebelum persitiwa Situ Gintung.
Menurut istri dari Totok SS Putra (45) warga RT 02/02, Kelurahan Cirendeu yang letaknya hanya sekitar 200 meter dari lokasi kejadian itu bahwa anaknya yang masih sekolah taman kanak-kanak tidak mau lagi diajak ke sekolah.
Menurut staf adminstrasi STIE Ahmad Dahlan itu ketika malam tiba, Anisa sering berteriak dan kadang histeris sembari menyebut sejumlah nama rekannya yang lain yang masih hilang.
Anisa merupakan anak bungsu dari empat bersaudara, meski lokasi rumahnya tidak terkena bencana air bah akibat jebolnya tanggul Situ Gintung, tapi ketika musibah itu datang dia bersama ayahnya melihat kejadian tersebut.
Kondisi serupa juga dialami dialami Rama Julian (7), murid kelas II SD Negeri Gintung II Kelurahan Cirendeu, Ciputat,dia tidak mau sekolah meski kedua orang tunya berupaya untuk membujuk.
Rama Julian merupakan anak pasangan dari Arsih (37) dengan Aris Budi Kartika (40) yang selamat dari musibah, dia juga melihat peristiwa air bah menghantam rumah tetangganya.
Ketika ditemui, Julian ditemani ibunya meminta bantuan peralatan sekolah berupa tas, pensil maupun buku yang disumbang donatur melalui posko kejadian Situ Gintung di STIE Ahmad Dahlan.
Meski berupaya telah membujuk anaknya agar mau sekolah, tapi tetap saja menolak tanpa alasan yang jelas dan kadang pergi begitu saja tanpa ada sebab pasti.
Dia menambahkan, bahwa tidak dapat memaksa anak untuk sekolah, karena dia melihat ada rekannya Indah (8) yang tewas dihantam air bah.
Namun Arsih selamat dari bencana karena letak rumahnya lebih tinggi sehingga air bah tidak menerjang pemukiman lainnya yang lokasinya berdekatan.
Walau begitu, Arsih berupaya untuk merayu anaknya dengan berbagai cara dan jika masih tetap tidak sekolah akan mengajak untuk rekreasi ke obyek wisata lainnya.
Datangi kuburan
Kesedihan lain juga dirasakan Bunga (16) rekan Jakfar Subehi (16), dia bersama belasan teman lainnya usai pulang sekolah langsung mendatangi kuburan korban di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rodhatul Jannah, Kampung Gintung, Cirendeu, Ciputat.
Bunga merasakan merasa kehilangan atas wafatnya Jakfar yang selama ini ceria dan peduli terhadap teman, tiba-tiba meninggal akibat dihantam air bah.
Jakfar adalah siswa SMA Muhammadiah Ciputat kelas II IPS-2 itu yang sehari-hari suka bermain basket, dan senang menghibur teman ketika dalam kesusahan.
Bahkan rekan korban sengaja berdoa dipimpin Bunga, diantara teman Jakfar tampak pacarnya Windi Andriani (16) yang meneteskan air mata ketika berada di depan nisan makam.
Sedangkan teman lainnya terpaksa membujuk agar Windi menghentikan tangis dihadapan pusara karena dia tidak bersedia meninggalkan TPU itu.
Padahal untuk sampai ke makam Jakfar, maka rekannya harus melalui jalan setapak yang becek dan penuh lumpur bahkan melalui gelangan air setinggi lutut orang dewasa.
Duka juga menyelimuti Ika Kartika (19) karena temannya Yuni Syafitri (17) tidak dapat ditemui lagi, dan yang hanya dapat dilihat adalah pusara di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rodhatul Jannah, Kampung Bitung, Ciputat.
Rasa sedih Ika bertambah karena mendengar bahwa ketika pemakaman tidak ada saudara atau kerabat yang dapat menemani mayat masuk ke liang lahan dan yang ada hanya petugas.
Air Mata Rano Karno
Tidak saja kerabat yang ditinggalkan meneteskan air mata, namun Wakil Bupati Tangerang, Rano Karno juga merasakan hal serupa, dia tak kuasa menahan sedih setelah melihat korban meninggal banyak bergelimpangan.
Air mata Rano Karno spontan tumpah ketika menyambangi posko di STIE Ahmad Dahlan, dan melihat langsung beberapa mayat yang belum dimandikan berbalut lumpur.
Rano Karno mengatakan dirinya turut prihatin atas musibah tersebut dan meminta agar keluarga yang ditinggalkan tabah, namun ketika melihat barisan mayat itu, pemeran sinetron ?Si Doel Anak Betawi? itu tak kuasa menahan tangis.
Rano karno mengharapkan agar kejadian itu akan terulang kembali di tempat lain karena pemerintah sudah memberikan perhatian serius terhadap musibah tersebut.
Sementara itu, Ustad Jefri Al Buchori mengatakan terkait musibah Situ Gintung mengatakan bahwa manusia banyak yang tidak siap dalam menghadapi bencana sehingga ketika datang saling menyalahkan, padahal sebaiknya melakukan antisipasi sebelum terjadi.
"Banyak diantara kita yang belum siap ketika bencana datang, tapi lebih banyak saling menyalahkan," kata Jefri Al Buchori yang biasa disapa UJ di posko STIE Ahmad Dahlan.
Dia sengaja datang bersama istri dan anaknya mengunjungi para keluarga korban di posko penampungan sembari mendoakan agar tabah dalam menghadapi bencana.
Menurut dia, jalan terbaik dalam menghadapi bencana adalah tabah dan berbuat sesuatu yang berguna sehingga tidak membuat mereka mendapat tekanan mental.
Dia mengatakan, dalam menghadapi bencana itu tidak saling menyalahkan dan mengandalkan, tapi harus bekerjasama untuk mengatasinya.
Kedatangan Buchori untuk menenangkan warga korban bencana dan memberikan siraman rohani agar mereka tidak mengalami defresi yang berkepanjangan bagi warga Situ Gintung yang selamat.
Tragedi Situ Gintung akibat jebolnya tanggul penahan yang tidak mampu menampung air bah hingga memuntahkan jutaan kubik air ke lokasi perumahan penduduk yang letaknya berada dibawah permukaan, sekitar 100 korban meninggal dan 112 hilang serta 312 rumah hancur berantakan.
Bencana itu merupakan takdir dan merupakan kenyataan hidup yang harus dihadapi, jangan menyimpan sedih berlarut-larut.(*)
Walhi Minta Pembangunan Rel KA Bengkulu Dibatalkan
Palembang (ANTARA News) - Wahana lingkungan hidup (Walhi) Sumatera Selatan menuntut rencana pembangunan rel kereta api dari Tanjung Enim, Muara Enim ke Linau, Bengkulu dibatalkan karena melanggar undang-undang dan merusak lingkungan.
Direktur Eksekutif Walhi Sumsel, Anwar Sadat mengatakan, pembangunan rel kereta api (KA) yang sebagian besar lokasinya melalui hutan lindung bukit barisan tersebut bertentangan dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam.
Rencana tersebut juga menyalahi ketentuan yang diatur Perpu Nomor 19 Tahun 200 tentang kehutanan, katanya, di Palembang, Senin.
Ia mencontohkan, rencana pembangunan rel KA sepanjang 160 kilometer tersebut diantaranya akan melalui kawasan Bukit Nanti Ulu Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.
Kawasan Bukit Nanti tersebut merupakan hutan lindung dan sampai kini masih hidup sejumlah binantang yang dilindungi, seperti harimau sumatera, rusa dan tapir dan kambing hutan.
Satwa langka tersebut hidup berdampingi dengan penduduk yang bermukim disekitar bukit tersebut dengan mata pencarian utama sebagai petani kopi, kata dia.
Menurut dia, kalau pemerintah merealisasikan rencana pembangunan rel KA tersebut maka akan banyak sekali kerugian yang akan dialami hutan dan penduduk yang bermukim pada sjeumlah kawasan yang dilalui jalur KA tersebut.
Apalagi pembangunan rel KA tersebut akan berdampak pada hilangnya budaya masyarakat dalam melestarikan huan sebagi sumber mata air, tambah dia.
Ia mengatakan, selama ini warga Sumsle yang bermukim dilereng-lereng bukit barisan mengandalkan mata air dari hutan baik untuk kebutuhan hidup sehari-hari maupun guna mengaliri sawah.
Sehingga pembangunan tersebut akan berdampak pada menyusutnya debit air Sungai Ogan dan sejumlah anak sungai yang selama ini mengalir dan memenuhi kebutuhan air bagi warga OKU, OKU Selatan dan sekitarnya, ujar dia.
Pada tahun 1998 kawasan Bukit Nanti tepatnya di Kampung Satu Desa Mendingin bencana amblasnya tanah yang mengakibatkan 20 unit rumah penduduk masuk kedalam juga telah terjadi.
Dengan dibangunnya rel KA di wilayah tersebut kejadian yang lebih parah lagi diprediksi akan terjadi sehingga pemerintah diminta berpikir bijak dan membatalkan rencana pembangunan rel di kawasan itu, tambah dia.
Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Agusrin Najamuddin berkunjung ke Sumsel dan bertemu dengan gubernur setempat Alex Noerdin untuk membicarakan kelanjutan pembangunan rel KA tersebut.
(*)
Menhut: Hutan Indonesia Alami "Sakit Kronis"
Muaro Bungo, Jambi (ANTARA News) - Menteri Kehutanan MS Kaban mengakui kondisi hutan di Indonesia saat ini mengalami "sakit kronis" atau mengalami kerusakan parah yang penyembuhannya membutuhkan waktu lama.
"Penyakit kronis itu muncul akibat pengelolaan hutan di masa lalu yang akhirnya berdampak pada industri kehutanan yang membuat industri perkayuan bangkrut atau gulung tikar, karena kehabisan bahan baku kayu," kata Kaban ketika meresmikan Hutan Desa Dusun Lubuk Beringin, Kabupaten Bungo, Jambi, Senin.
Kerusakan hutan akibat kesalahan pengelolaan dan kurangnya pengawasan dari pemerintah selama ini terhadap perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH), Hutan Tanaman Industri (HTI), izin perkebunan melalui Hak Guna Usaha (HGU).
Bangkrutnya industri kehutanan itu juga menurunkan devisa negara, pencurian atau pembalakan liar dan perambahan hutan pun terus bermunculan.
"Dulu memang devisa negara dari sektor kehutanan itu merupakan yang terbesar dibanding sektor migas. Tapi kini apa jadinya, hutan kita hancur, berbagai bencana juga muncul seperti banjir dan kekeringan," katanya.
Ia menyatakan, pada masa Orde Baru (Orba) sumber daya alam masih cukup baik, misalnya hutan, tambang, dan laut menghasilkan pendapatan bagi negara cukup tinggi.
Namun masyarakat yang tinggal sekitar hutan, tambang, dan laut masa saja miskin, berarti dalam pengelolaan sumber daya alam tersebut ada yang salah, sebab itu Departemen Kehutanan kini mengoreksi kesalahan dengan intropeksi.
"Itu sebuah ironi dan menjadi tanggungjawab pemerintah saat ini untuk membangun kembali hutan yang telah gundul akibat berbagai kepentingan ekonomi pada masa lalu," jelas Menhut.
Pemerintah dalam tiga tahun terakhir telah mencanangkan Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Gerakan Bulan Penanaman dan Gerakan Tahun Penanaman.
Dephut dalam Gerakan itu hingga tahun 2009 telah merealisasikan penanaman di seluruh Indonesia sebanyak 1,9 juta batang pohon.
Pada 2009 ini juga telah mencanangkan Gerakan Menanam satu pohon ditanam satu orang. Artinya jika itu terlaksana berarti Indonesia bisa menanam pohon sama dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 200 juta jiwa.(*)
Indosat Segera Bangun Aset 600 Juta Dola
Jakarta (ANTARA News) - PT Indosat Tbk. (Indosat) menyiapkan belanja modal senilai 600 juta dolar AS untuk membangun aset tetapnya pada 2009.
"Prospek 2009 masih penuh dengan ketidakpastian, jadi rencana disusun dengan konservatif," kata Direktur Utama PT Indosat Tbk., Johnny Swandi Sjam, di Jakarta, Senin.
Belanja modal senilai 600 juta dolar AS akan digunakan untuk membangun aset tetap yang mendukung ketiga lini bisnis perusahaan itu yakni seluler, data tetap, dan telepon tetap.
Perseroan menyusun rencana yang konservatif menghadapi gejolak krisis finansial global sejalan dengan kebijakan perusahaan yang menerapkan prinsip kehati-hatian.
"Tidak hanya kami yang terdampak tetapi juga industri secara keseluruhan dan juga ekonomi secara umumnya," katanya.
Meski begitu, pihaknya menyatakan akan tetap fleksibel dalam kaitannya untuk meningkatkan belanja modal sesuai dengan kondisi bisnis yang berkembang dan mungkin terjadi.
"Kami tetap optimistis namun berhati-hati," katanya. Menurut dia, Indosat saat ini memiliki sarana yang cukup sebagai pendukung untuk mengatasi berbagai macam tantangan.
Apalagi, penyedia jasa layanan seluler itu telah memiliki posisi yang strategis di pasar telekomunikasi sekaligus mempunyai merek yang kuat di Indonesia.
Pihaknya menyatakan akan tetap menjalankan strategi yang kuat dan seimbang antara pengelolaan keuangan dan rencana penanaman modal untuk mengembangkan bisnis.
"Didasari atas prinsip ini kami berharap dapat memenuhi komitmen kami untuk menyediakan layanan terbaik bagi para pelanggan dan memberikan nilai terbaik bagi para pemegang saham," katanya.
(*)
Depkominfo Pastikan Tender Wimax Sesuai Jadwal
Jakarta (ANTARA News) - Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) memastikan tender WiMax (World-wide interoperability for microwave access) akan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
"Kami pastikan semuanya on schedule," kata Kepala Pusat Informasi Departemen Komunikasi dan Informatika, Gatot S. Dewa Broto, di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan, dokumen tender akan diumumkan paling lambat pada 19 April 2009.
Hingga kini pihaknya masih menggodok secara maraton dokumen tersebut termasuk mengajukan susunan panitia tender kepada Menteri Komunikasi dan Informatika.
"Jika dokumen tender sudah diumumkan, kemungkinan tender akbarnya akan berlangsung antara Mei atau Juni," katanya.
Pemerintah sebelumnya berencana untuk menggelar tender akses pita lebar nirkabel atau Broadband Wireless Access (BWA) berteknologi WiMax itu di 15 zona wilayah Indonesia.
Zona-zona itu adalah Sumatera Utara, Sumatera bagian Tengah, dan Sumatera Selatan, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Selain itu, Bali, Nusa Tenggara, Papua, Maluku dan Maluku Utara, Sulawesi bagian Selatan dan Sulawesi bagian Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kepulauan Riau.
WiMax dinilai akan membantu menjawab persoalan yang mengakibatkan tertundanya penetrasi akses internet broadband di Indonesia di antaranya keterbatasan ketersediaan jaringan backbone dan backhaul kabel optik domestik.
Terutama dalam kaitannya dengan distribusi antarkota dan dalam kota termasuk kota yang belum berkembang dalam penyediaan akses internet di daerah terpencil.
Teknologi tersebut juga memungkinkan zona akses nirkabel yang lebih luas seperti halnya jaringan seluler.
WiMax memungkinkan semua perangkat dengan layar di bawah 5 inchi dapat tersambung internet ketika jaringan tidak terjangkau oleh hotspot WiFi sehingga akses pita lebar dapat dilakukan di mana saja.
Selain melakukan persiapan optimal menghadapi tender, pemerintah juga telah menyempurnakan draft buku putih penggelaran BWA teknologi WiMax sebagai respon atas usulan asosiasi, vendor jaringan, dan operator telekomunikasi.
(*)
Lamaran Menikah Terputus Akibat Situ Gintung
Tangerang (ANTARA News) - Lamaran menikah bagi Datunisarani (21) terputus akibat tragedi Situ Gintung di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten.
"Saya batal menikah akibat perisitiwa Situ Gintung, karena calon lelaki telah tiada digulung air besar," kata Datunisarani, ditemui ANTARA, Senin malam.
Menurut dia, percakapan terakhir yang berasil direkam melalui telepon selular (ponsel) Jumat (27/3) pukul 02.13 WIB dengan calon laki-laki bahwa akan melamar dalam waktu dekat sebelum dilangsungkan pernikahan.
Namun Tuhan berkehendak lain, katanya, tiga jam setelah percakapan tersebut meletus tragedi Situ Gintung yang menewaskan puluhan warga termasuk calon suaminya Sofyan Sawi (25).
Datunisarani yang biasa disapa Rani terakhir bertemu Sofyan, Selasa (24/3) sekitar pukul 19.00 WIB dan termasuk membicarakan tentang rencana lamaran kepada orang tua.
Sedangkan Rani tinggal di Blok G-2 Perumahan Bukit Pratama Kelurahan Cirendeu yang letaknya sekitar 250 meter dari lokasi kejadian, namun Sofyan bedomisili pada sebuah rumah kontrakan yang ketika peristiwa menghadang hancur dihantam gelombang air bah.
Ada firasat bagi Rani sebelum meninggal Sofyan bahwa mereka akan dipisahkan dalam suatu waktu tertentu, maka lamaran pertunangan ditangguhkan untuk sementara.
Sofyan merupakan pria yang mampu membuat Rani terhibur saat kondisi sedih dan sanggup pula mencari jalan terbaik bila mengalami kebuntuan saat diterpa masalah.
Sikap Sofyan sulit dilupakan dan merupakan sosok idola bagi Rani, tapi ketika almarhum sering meminta waktu untuk melamar, malahan dia tidak memberikan jawaban tentang kepastaian waktu.
Rani mengatakan bahwa tidak pernah melupakan ucapan Sofyan bahwa tetap menyayani sampai mati, dan kalimat itu sampai kini masih direkamnya.
Rani selamat dari persitiwa itu karena letak rumahnya lebih tinggi dibanding pemukiman sekitarnya, maka kecepatan air mulai mengendur untuk menerjang rumah berlantai dua itu.
Duka mendalam terus dipanjatkan Rani kepada kekasihnya walau telah dimakamkan oleh keluarga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
"Saya merasa sulit untuk mencari lelaki yang memiliki sikap seperti sofyan, ramah, lucu dan mampu mencari jawaban ketika dalam menghadapi kendala," kata Rani mengakhir percakapan.(*)
Tentang Saya
- Erwin Komara Mindarta
- 1. strange 2. peculiar 3. queer 4. bizarre 5. curious 6. rare 7. eccentric 8. singular 9. screwy 10. rum 11. rummy 12. cross-eyed 13. mysterious 14. crackpot 15. fanciful 16. uncanny 17. weird 18. whimsica