4.04.2009

BLOG SISWA KLAS XII IPA 2

.
0 komentar



  1. (liburan seru ) –Ardelia Azizah

  2. (get your star) – cientya eka

  3. (so cool) –Estu Nur Shabrina

  4. (unknown ) –Latifa Sary

  5. (Carpediem) – Marlina Qurratul Aini

  6. (Jadikan Hidup Lebih Baik ) – Maulida Azizah

  7. ( free ) –Mona Fathiyyah

  8. (free ) –Novia Tiffany

  9. (still believe in you ) – nur shofwah

  10. (Let’s change to be better ) –nurul f

  11. (unique of world ) –oessy agustina a

  12. (Mix ‘n Match ) – Paramadina

  13. (neVeR enDing ) – PuTRi LaRaSaTi

  14. (The Starfly’s Dream ) – Rahmi Masita

  15. (me_ngertyi ) –Ratih nur fitroti

  16. (it’s the real girl ) – rila mawwala

  17. (love is B 2 GOD ) – Rizka Zakiyatul. M

  18. ( un_usuaL girL ) – Roselina Febriati

  19. (rossa ajah ) –Sarah Rosalina

  20. (girl’s ) – Septalisa Marsha

  21. ( my liFe) – shofya aulia

  22. (radiculous!! ) – soffa zahara

  23. (reaL me ) –soraya

  24. (free your mind) – SyLvia N.

  25. (kiki rivera anak gank ) – wahyu rizky

  26. (let’s make a plan ) –wakhidatus inrya

  27. ( wied_alone) –widya ayu




Read More »»

BLOG SISWA KLAS XII IPA1

.
0 komentar



  1. (……….. ) –abdi zubairi rahman

  2. ( ) – abdul rozak

  3. ( ) –adiputra

  4. (All about “ISLAM” ) –Ahlul AB

  5. ( Maha kuasa & Segalanya) – Ahmad Alfan Rusdiyansyah

  6. ( Menggapai Puncak Ciptaan-Mu ) – Ahmad Baihaqi

  7. (Percaturan Politik ) – Ahmad Hambali

  8. ( ) – Alfin nizar

  9. (never give up ) –ardianto

  10. (free soul ) –aRif muKhLasin

  11. ( ) – Bagus Odhy W.

  12. (rock n roll ) –Eko Feri Rahmawan.

  13. (blognya arek kece-kece ) –Erwin Komara Mindarta

  14. (cintai bumi kita ) –fajar dwi n

  15. (The Beautiful Of Islam ) –Hafif Helmi Hajam

  16. (Malang City Hardcore ) – Hinggil Drajad P

  17. (live for something or die for nothing ) –Hurip Rahmat T.S

  18. ( ) – A. Mushoddaqul Azhar

  19. ( My private Blog ) – M. Sultan Fahmiyansyah

  20. (junggle is the power of earth ) –M.Ilham faridi

  21. (Never end for my country ) –M. Baihaqi

  22. ( ) – M. Kharis IrVaN

  23. ( basketball forever) –M. Luqman Hamka

  24. (k3G3l4p@n_h4t1 Quw ) –raharjo wahyu s

  25. (movie bank !! ) –

  26. (SOLANIME ) –M Shalahuddin RS




Read More »»

PBNU Miris Pejabat Negara Berkampanye Untuk Golongan

.
0 komentar

Jakarta (ANTARA News) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merasa miris melihat pejabat negara berkampanye untuk golongan tertentu, meski diperbolehkan undang-undang, mengingat posisinya harus mengayomi semua golongan.

Untuk itu, kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Jakarta Sabtu, ke depan perlu dibuat aturan yang mengatur dan memilah secara tegas antara kegiatan negarawan dan politisi.

"Saya berharap DPR RI hasil Pemilu 2009 segera membuat aturan perundangan yang mengatur dan memilah antara kegiatan atau gerakan politisi dan negarawan," katanya.

Memang, kata Hasyim, aturan itu mungkin menimbulkan kerugian bagi partai, namun demi kepentingan yang lebih besar tidak ada salahnya dilakukan.

Sekarang ini, lanjutnya, masih kacau antara presiden, wakil presiden, menteri, dan pejabat daerah dalam penampilannya berkampanye politik.

"Apakah sebagai politisi golongan atau negarawan, karena negarawan adalah milik semua rakyat sementara politisi berfaset golongan," katanya.

Menurut Hasyim, selain tidak baik bagi pendidikan politik bagi rakyat, pejabat negara yang melakukan aktivitas kepartaian juga bisa mengganggu integrasi birokrasi, bahkan posisi jejaring birokrasi bisa tercabik-cabik karena kepentingan politik.

Dikatakannya, seorang presiden datang ke daerah bisa tidak ditemui oleh kepala daerah karena partainya berbeda atau berseteru.

"Dan yang lebih berbahaya lagi adalah penggunaan kekuasaan negara untuk kepentingan orang serta golongan politik," katanya.

Dalam suasana kampanye seperti ini, kata Hasyim, Indonesia seakan-akan menjadi negara tanpa pemerintahan karena seluruh negarawan atau pejabat negara memperjuangkan golongan sehingga sentuhan terhadap rakyah secara utuh juga hanya "seolah-olah".

"Karena para pemimpin berbuat `seolah-olah` maka rakyat menjadi hilang ketulusan partisipasinya," katanya.

Seharusnya, lanjut Hasyim, loyalitas kepada golongan berhenti ketika loyalitas kepada negara dimulai. Sementara yang terjadi di Indonesia loyalitas terhadap negara "sementara" berhenti ketika loyalitas kepada golongan dimulai.

Semestinya, kata Hasyim, seorang yang sedang menjadi pejabat negara tidak boleh lagi bertindak untuk kepentingan golongan tertentu. Kampanye biar dilakukan oleh partai.

"Kampanye biar dilakukan pejabat partai yang tidak menjadi pejabat negara," katanya.(*)

Read More »»

4.03.2009

Puting Beliung Landa Sidoarjo, Atap Rumah Porak-poranda

.
0 komentar

Sidoarjo (ANTARA News) - Puluhan rumah di Desa Jogo Satru, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, Jumat, atapnya porak-poranda diterjang angin puting beliung yang datang menyertai hujan deras.

"Angin puting beliungnya datang dengan cepat. Mengakibatkan puluhan rumah atapnya banyak yang jebol dan rusak," kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sukodono, Ajun Komisaris Polisi (AKP), Kasiani saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Jatim, Jumat sore.

Mantan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Kepolisian Resor (Polres) Surabaya Utara itu mengaku, angin puting beliung yang menerjang kawasan tersebut, tidak hanya merusak atap rumah warga.

"Angin puting beliung itu juga sempat membuat empat tiang listrik menjadi miring, sehingga membuat aliran listrik di kawasan tersebut padam," katanya mengungkapkan.

Saat ini, lanjut Kasiani, warga mulai melakukan pembenahan dan bersih-bersih pada reruntuhan atap. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

"Hujan yang disertai puting beliung itu sempat membuat warga ketakutan dan berhamburan keluar rumah masing-masing," katanya.

Terjangan angin puting beliung yang kurang dari lima menit itu cukup mengagetkan warga. Karena, baru kali ini kawasan tersebut diterjang angin dengan kekuatan cukup besar itu. "Bahkan `canopy` garasi milik kepala desa setempat juga ikut berterbangan," katanya.

Ia mengaku, pihaknya akan bekerja sama dengan anggota koramil dan warga sekitar untuk melakukan pembenahan dilokasi yang mengalami kerusakan.

"Kami juga telah menghubungi pihak perusahaan listrik negara (PLN) untuk melakukan perbaikan instalasinya," kata kapolsek.

Sebelumnya, angin puting beliung juga sempat melanda kawasan Bundaran Gelora Delta Sidoarjo. Tak hanya menumbangkan pepohonan, angin puting beliung juga membuat beberapa baliho calon legislatif semi permanen yang berada di bundaran Gelora Delta roboh dan berserakan.

Selain itu, atap salah satu rumah di kawasan Jalan Lingkar Barat, juga ada yang beterbangan dan tersangkut di kabel tegangan tinggi (listrik) dan membuat aliran listrik kawasan seputaran Gelora Delta padam.
(*)

Read More »»

4.02.2009

Tumor 4 Kg Diangkat dari Yani "Manusia Pohon"

.
0 komentar

Bandung (ANTARA News) - Tim Dokter Penanganan Operasi Yani Suryani (39) si "Manusia Pohon" berhasil mengangkat enam buah tumor yang beratnya mencapai sekitar empat kg yang bersarang di bagian bokong dan kaki bagian belakang.

"Kami berhasil mengangkat tumor empat kg lebih. Tumor tersebut merupakan tumor yang berada di bagian bokong dan kedua kaki bagian belakang Yani," kata Ketua Tim Dokter Penanganan Operasi Yani Suryani, dr. Hardi Siswo, dalam jumpa persnya, di sekretariat Bedah Plastik RSHS Bandung, Kamis.

Ia mengatakan, Yani menjalani dioperasi dalam keadaan telungkup.

Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan proses pengambilan tumor yang ada di bokong dan kedua kaki bagian belakang.

Menurut Hardi Siswo , tumor yang terletak di bagian bokong Yani ialah tumor dengan ukuran terbesar yang ada di tubuh Yani.

Tumor yang ada dibokongnya itu, tumor paling besar beratnya sekitar dua kilogram , kata Hardi.

Dikatakannya, selama menjalani proses operasi ia beserta tim dokter lainnya tidak mengalami kesulitan yang cukup berarti.

Pihaknya menyatakan. kekhawatiran akan terjadi pendarahan hebat saat berlangsung operasi pengangkat tumor di tubuh Yani, tidak terbukti.

"Ternyata operasi Yani tidak sesulit yang kami bayangakan, bahkan kekhawatiran akan terjadi pendarahan pun tidak terjadi," katanya.

Yani keluar dari ruang perawatannya, di ruang Bougenville RSHS Bandung pukul 06.00 WIB dan masuk ke ruang operasi di ruang CSR Lantai 3 Gedung Baru RSHS Bandung pukul 06.30 WIB untuk menjalani operasi. (*)

Read More »»

4.01.2009

Jhonny Allen Tegaskan Tak Terkait Suap

.
0 komentar

Jakarta, (ANTARA News) - Anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR Jhonny Allen Marbun menegaskan tidak terkait dengan kasus dugaan suap yang melibatkan anggota Fraksi PAN DPR Abdul Hadi Djamal yang kasusnya sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jhonny pada Rabu melakukan klarifikasi di Gedung DPR/MPR Jakarta terkait namanya yang disebut-sebut dalam proses pemeriksaan terhadap Abdul Hadi Djamal.

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono hari Rabu dari London telah memerintahkan Jhonny Allen untuk menghentikan kampanyenya dan segera memenuhi panggilan KPK dalam kesempatan pertama atau secepatnya.

KPK telah menangkap dan menahan Abdul Hadi Djamal karena dugaan suap terkait pembahasan dana stimulus diskal APBN 2009.

Jhonny Allen Marbun telah dipanggil KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada 30 Maret 2009, tetapi meminta pemeriksaan dilakukan 9 April 200. Dia tidak memenuhi panggilan KPK degan alasan masih sibuk berkampanye di daerah pemilihannya di Tapanuli dan sekitarnya.

Dia mengemukakan, kasus ini mengarah kepada politisasi dan sangat tendensius.

"Saya, selaku kader Partai Demokrat, menjunjung tinggi program pemberantasan korupsi yang dipimpin oleh pemerintahan SBY-JK," katanya.

Dia berterima kasih kepada profesioanlitas KPK atas penjadwalan ulang pemanggilan sebagai saksi dan hal ini juga bagian dari penegakan hukum.

"Saya siap hadir tepat waktu pada pemanggilan berikutnya oleh KPK," katanya.(*)

Read More »»

3.31.2009

Kembalinya Winnetou Untuk Remaja Indonesia

.
0 komentar

Oleh Dewanti Lestari

(ANTARA News) - Tubuh kepala suku Indian musuh itu sangat besar. Ia duduk di atas kuda bagaikan dewa perang. Celana kulitnya yang panjang dan longgar dipenuhi kepangan rambut lawan-lawannya yang telah ia tembak mati.

Pelindung kaki dari kulit keras yang menutupi pelana hingga sanggurdi dihiasi corak bergaris-garis yang berasal dari kulit manusia. Di atas kepalanya terdapat tengkorak seekor puma.

Itulah sosok yang harus dihadapi Martin Baumann, yang berupaya membebaskan ayahnya dari tawanan dan ancaman hukuman mati suku Sioux Ogallallah di suatu kawasan berlumpur mengerikan di kawasan Yellowstone, Wyoming, AS.

Ia kemudian bertemu Winnetou, Old Shatterhand, dan tokoh lainnya yang bersama suku Shoshone, akhirnya bersatu berjuang mengalahkan suku Sioux tersebut dan membebaskan sang ayah, yang memiliki julukan si Pemburu Beruang.

Ringkasan kisah tersebut berasal dari buku berjudul "Anak Pemburu

Beruang" yang pada akhir Maret kembali diterbitkan bersama empat buku lainnya dari Seri Winnetou, Cerita untuk Remaja, yakni: "Hantu Llano Estacado", "Harta di Danau Perak", "Raja Minyak" dan "Mustang Hitam".

Di buku-buku itu, penulisnya, Karl May, yang lahir dan hidup di Jerman pada 1842-1912, bertutur tentang kehidupan liar padang rumput Amerika abad ke-18 (wild-west) dan berkisah tentang orang-orang pemberani yang saling menolong dalam pembebasan dan penumpasan kejahatan.

Mereka itu, Kepala Suku Indian Apache bernama Winnetou dan si kulit putih Old Shatterhand, dua sahabat yang cerdik, hebat dalam segala hal, bijak, berbudi luhur, dan termasyhur di seantero padang rumput.

Kecerdikan dan keluhuran kedua pahlawan itu di "Anak Pemburu Beruang", misalnya, dipaparkan ketika mereka berupaya membebaskan dua tawanan kulit putih dari suku Indian Shoshone.

Pahlawan itu membebaskan dua tawanan itu dengan menculik kepala suku dan anaknya, melalui sedikit dialog tak perlu ada pertumpahan darah di antara mereka.

Bahkan suku Shoshone justru ikut serta dalam pembebasan orang kulit putih lainnya (Baumann si Pemburu Beruang) dari tawanan suku Sioux di Gerbang Neraka.

Penambahan karakter-karakter lainnya seperti Jemmy Gendut, Davy

jangkung, Hobble Frank si pincang, seorang Indian muda Wohkadeh, hingga Bob si Negro dalam buku-buku itu juga menggambarkan jalinan persahabatan dan kerjasama antara orang-orang berbeda ras dan suku.

Permusuhan dan pertempuran di antara suku-suku Indian dan antara

Indian dan kulit putih dibeberkan secara berimbang dan apa adanya, seperti juga ketika dalam mengisahkan pertikaian antara kebaikan dan kejahatan, May tak memandang warna kulit.

Ia bahkan memberi benang merah dalam hubungan tersebut: "Dan jika kulit merah hidup damai satu sama lain, datanglah para master kulit putih mengusik mereka, awalnya dengan tusukan jarum lalu tikaman pisau hingga orang-orang Indian kembali menggali kapak peperangan yang sudah dikubur dan mengawali perang baru."



Gurun tandus

Sedangkan buku berikutnya, "Hantu Llano Estacado" bertutur tentang gurun tandus di perbatasan Texas dan New Mexico yang dijadikan lokasi kejahatan.

Sejumlah penjahat memindahkan tiang-tiang penunjuk arah di gurun tandus itu untuk menyesatkan para musafir dan menjadikan mereka sasaran empuk perampokan.

Sampai suatu waktu muncullah Hantu Llano, berbentuk makhluk bertopeng bison putih (yang dianggap sakral oleh Indian) berkuda dan bisa melesat ke angkasa. Di Llano Estacado itu pulalah ada legenda tentang suatu mata-air di tengah gurun, penyelamat banyak nyawa orang tersesat dan kehausan.

Winnetou-Old Shatterhand menguak rahasia bison putih itu, berikut sesuatu yang sebenarnya terjadi di oase di gurun Llano Estacado.

Sedangkan buku ketiga "Harta di Danau Perak" mengisahkan seorang Indian tua yang karena berterima kasih telah dirawat oleh dua orang kulit putih, telah bertindak ceroboh, menyerahkan peta harta kepada para penolongnya sesaat sebelum meninggal dunia.

Sementara itu Old Firehand, seorang petualang di Wild West, rekan Winnetou-Old Shatterhand, menemukan tambang perak yang kemudian menarik berbagai dengan berbagai macam kepentingan: mencari harta karun, menambang perak, dan yang mencoba merampok.

Harta karun, jebakan rahasia, akal bulus tipu-menipu, menjadikan cerita ini bagaikan kisah Indiana Jones.

Sementara itu buku "Raja Minyak" berkisah tentang ditemukannya minyak di Wild West dan membuat para imigran Eropa datang berduyun-duyun ke dunia baru, di Barat, guna mengadu nasib dan tak pelak mereka pun dihadang berbagai macam mara bahaya.

Pada saat yang sama, pertentangan antar suku Indian masih saja terjadi.

Hal-hal itulah yang harus dihadapi Winnetou-Old Shatterhand: mencegah kejahatan dalam perebutan minyak, menyelamatkan imigran, dan sekaligus menghindarkan pertumpahan darah. Plot berbelit seperti itu menjadi menarik karena dongeng itu ditulis pada abad-19.

Sedangkan di "Mustang Hitam", May bercerita tentang kehidupan para pembuat jalan kereta api yang melintasi benua Amerika, dan kemudian membentuk dunia baru. Para kuli tersebut adalah orang-orang Tionghoa yang harus didatangkan dari Tiongkok.

Di sana, Winnetou-Old Shatterhand terlibat dalam petualangan yang menyedihkan, karena senjata-senjata mereka yang berharga itu dicuri oleh para kuli tadi. Mustang Hitam rupanya memanfaatkan kejadian itu.



Kisah petualangan

May mulai menulis tentang seorang tokoh Indian pecinta damai bernama Winnetou pada 1875 dan belakangan ditemani rekan kulit putihnya Old Shatterhand pada 1879, setelah beberapa tahun menulis karya lainnya yang termasuk dalam genre kisah petualangan.

Namun, baru pada 1890 sebuah penerbit di Stuttgart (UDV) menerbitkan tujuh cerita yang diperuntukkan bagi anak remaja dalam bentuk buku yang di Indonesia dikenal dengan "Rahasia Bison Putih" yang aslinya berjudul "Anak Pemburu Beruang", "Raja Minyak", dan "Harta dari Danau Perak".

Menurut Ketua Paguyuban Karl May Indonesia (PKMI) Pandu Ganesa yang menerbitkan kelima buku itu bersama Pustaka Primatama, buku-buku yang sama pernah terbit di Indonesia pada tahun 1960-an dari naskah Belanda.

"Buku-buku yang terbit sekarang diterjemahkan langsung dari naskah aslinya yang berbahasa Jerman," katanya.

May meraih sukses besar pada 1892 dengan diterbitkannya buku-bukunya Siklus Timur atau dikenal dengan Kara Ben Nemsi disusul karya akbarnya Winnetou dalam tiga jilid.

Karl May yang hingga akhir hayatnya memiliki karya sedikitnya 80 judul buku dan terjual hingga lebih dari 125 juta eksemplar, belum termasuk edisi bahasa asing yang tak kurang diterjemahkan dalam 39 bahasa dunia itu, memang memiliki daya imajinasi sangat tinggi.

Ketika menyusun novel-novelnya yang berkisah tentang petualangan di benua baru, Amerika, itu, ia belum pernah ke negeri tersebut dan hanya berbekal berbagai referensi buku perjalanan, kamus, ensiklopedia, peta, buku geografi, etnografi, serta jurnal-jurnal mutakhir.

"Setelah menuai sukses, tentu ia berpikir perlunya berkunjung ke negeri Apache, lokasi di mana kisah-kisahnya ditulis, namun apa daya karena tanah "Wild West" impian itu masih dianggap tak aman sampai abad ke-19, ia akhirnya hanya ke pantai timur Amerika melongok air terjun Niagara," kata Pandu.

Untuk mengganti kekecewaannya, ia juga berpelesir ke negeri-negeri

timur yang sebelumnya hanya dikunjunginya dalam khayalannya, termasuk ke Hindia Belanda yang dia panggil Kepulauan Sunda. Perjalanan antara

1899-1900 itu termasuk ke Aceh dan Padang.

Karl May, meskipun sering dianggap narsis karena menjuluki dirinya sebagai Old Shatterhand, seperti ungkapannya yang terkenal: Old Shatterhand das bin Ich (Sayalah sebenarnya Old Shatterhand itu), pesan-pesannya tentang perdamaian dan kemanusiaan merasuki jiwa banyak orang di dunia.(*)

Read More »»